Senin, 09 April 2012

my little boy

Kampus, pada waktu itu 2012

Perkuliahan baru saja usai, seharusnya kami masih kuliah hingga 30 menit kedepan. Namun dosen tlah mengakhiri pertemuan kali ini dengan tugas tugas mulia seorang mahasiswa. Dengan senang namun kecewa, senang karena nggak biasanya kami keluar lebih awal, lebih banyak kami mengakhiri perkuliahan matakuliah manajemen agri ini melebihi waktu di portal, bicara soal kecewanya aku kecewa dosen dengan senyuman khas dari sudut bibirnya membacakan tugas yang harus dikumpul minggu depan. Jadwal seminggu menyelesaikan tugas tentunya waktu yang lebih panjang, kebanyakan dari kami dan begitupun denganku mengerjakan tugas2 tsb nyaris pada malam terakhir waktu tenggang pembuatan tugas. “kebiasaan yang nggak baik tentunya, mengerjakan tugas diambang limit pengumpulan tugas tsb”.


Keluar dari ruangan gedung perkuliahan yang waktu itu memang sempit untuk kapasitas 36 mahasiswa, ruang perkuliahan kami waktu itu, diapit oleh 2 bangunan yang lumayan tinggi dari kelas kami hari itu. Sebalah kanan ada gedung G, gedung perkuliahan yang paling akhir berdirinya saat itu, kemudian sebelah kiri berdiri kokoh sebuah labor pusat, di labor inilah aktifitas mahasiswa tingkat satu banyak terpusat, labor ini sepertinya memang di hadiahkan spesial buat kaum eksakta yang baru saja datang dan diterima di unand. Sistem pemakaian asisten labor pun masih dari mahasiswa seniornya yang direkrut melalui selekksi ketat dari berbagai fakultas eksakta di lingkungan unand. Kebijakan ini cukup menguntungkan buat mahasiswa yang terpilih menjadi asisten labor, lantaran dengan mengajarkan ilmu pratikum dasar pada mahasiswa tentunya akan menambah pengalaman dan melatih keterampilan menggunakan alat alat laboratorium secara baik dan benar.


Waktu itu, aku nggak tau persis alasan kuat yang mengajak kakiku berkompromi baik dengan otakku dan teman temanku untuk keluar dari gedung itu melalui jalur bawah, kalau menuju fakultasku akan melintasi beberapa gedung lagi dan satu perpustakaan pusat, fakultas peternakan tepat berdiri di depan naungan perpustakaan pusat, pustaka ini merupankan gedung tertinggi di kampus. Sehingga dari kejauhanpun akan lebih kelihatan ditambah lagi kampusku memang di atas perbukitan. Unand. Begitupun sebaliknya, berdiri di lantai paling tertinggi gedung ini, kita akan dihadiahi pemandangan kota padang yang luar biasa, kita akan bebas menyisir samudera hindia dan mengeksploitasi seluruh kota padang, hanya sedikit kawasan yang tidak akan terlihat jelas, lantaran terletak dibalik bukit karimuntiang. Kira kira di daerah kampus UNP.


Baru saja aku sampai di penghujung gedung perkuliahan tadi, aku menemui sosok yang sudah biasa aku kenal dan sudah begitu lama tidak kelihatan dan menampakkan diri, hanya sebatas chating biasa saja teguran kami akhir akhir ini.
Hummmm... ternyata dia disana kuliah hari ini, dan sama2 pulang pada jam segitu, tapi mengapa hari ini dia tidak melihatku? Benar benar nggak melihat ataukah menoleh pandangan kelain dengan sengaja.


Dia cerita masa laluku sewaktu baru sampai dikotaku menempuh kesarjanaan ini. Cerita ketika aku baru saja tidak tinggal dengan mama papaku, lantaran harus melanjutkan studiku. Dia aku kenal dulu melalui sahabat sekolahku, kami sama2 mahasiswa undangan, disanalah bermulai kisah dan cerita kami dulu.

Tidak bertahan begitu lama, hanya beberapa bulan saja cerita itu, dan akupun mengakhirinya.
Aku hanya sebatas ingin tau siapa dia sebenarnya. Memang tepat dugaanku. Dia sebaiknya dijadikan sahabat, karena aku telah menilainya sebatas anak kecil yang merengek dan terkesan manja. Sebaiknya dia jadi adikku yang manis dan tentunya akan ku manja.
Terpaut usia lebih tua beberapa bulan darinya pun menjadi salah satu faktor yang menjadikan keputusanku waktu itu makin bulat.

Dia adikku yang manis dan manja untuk saat itu dan selanjutnya sampai hari ini. Semoag pertemuan slanjutnya kita seperti saudara dan jangan ada kepurak puraan yang seolah olah kamu nggak melihatku...


#just wanna i say... you are may little brother...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar