Trenggg treeennngggg....
suara cempreng handphone butut kesayanganku memekak, memecahkan malam. Mengalahkan deburan air di luar sana yang beradu dengan sesama molekul pembentuknya. Tempat tinggal baruku masih sepeerti suasana kost lama, khas banget dengan air dan sebangsanya. Dan kami sangat menyukai itu, katanya sih suara air itu, terapi dan rileksasi buat otak. Percaya tak percaya memang benar, capek sibuk aktifitas kampus dapat terobati dengan suasana begini.
Kembali ke bunyi henpon ku malam ini, ternyata juniorku yang telah standby dari kejauhan sana. Buat ngucapin “happy b’de kakak”...
Boy hari ini kamu yang pertama ngucapin, biasanya sahabatku dari seberang sana yang slalu menelponku tepat di malam pergantian hari. Maybe.. si walet lagi tertidur lantaran kegiatan kampusnya yang memang sibuk akhir akhir ini. Aku prediksikan malam ini walet tertidur karna menyiapkan diri buat UTS.
Kebablasan pulsa jadinya si adek, lantaran nelp beda operator.. hummmmm demi aku kakaknya.. “barangkali begitu”
Diapun mengabarkan, malam ini dia lagi berjuang buat BPU KM kampus besok pagi, perhelatan yang menandakan jabatan presiden BEM KM akan di ganti dengan adanya kampanye dan pencoblosan besok.
Semoga saja pilihan rekan rekanku besok menemukan pilihan yang tepat sasaran dan benar benar presiden yang berapresiasi dan memperjuangkan kedaulatan mahasiswa. Harapan terpenting ku smoga periode ini, presidennya dapat membicarakan perihal bus kampus kepada bapak rektor. Aku dari pertamam kuliah memang langganan bus kampus.
Aku rindu menaiki bus kampus yang baru meskipun harus berdesakan dan kadang tidak manusiawi untuk dinikmati, tidak jarang kaki ku jadi taruhan. Injakan tetangga.
Ucapan salam sayang penuh cinta untuk mama dan papa serta mereka yang tek dapat dinilai dan dibeli rasa cintaku padanya.
“hari ini anakmu udah nambah satu tahun, itu artinya ika udah makin dewasa dan dewasa dalam usia, namun ika masih belom dewasa untuk memahami setiap kehidupan ini ma pa, thanks atas kisah cinta dan kasih semuanya, tidak akan mampu aku membalasnya seperti persis yang mama papa lakukan yang mama papa berikan.
Ini pe er buat kami untuk membahagiakan mama papa, biarkan kelak kami menyuntikkan kebahagiaan untuk mama papa..”
Pertambahan usia biasanya identik dengan kata kata “resolusi”. Misi dan visi ntuk kedepannya.
Bercerita tentang resolusi resolusi di angka kali ini, banyak sekali memang, satu persatu pasti akan ada jawabannya jika aku berani untuk menggodainya..
Di usia ini, yang wajib aku tuntaskan...
1. Belajar bahasa asing
2. Selalu melatih kemampuan otak kananku bermain dalam tulisan
3. Menjalin keakraban dengan teman2 dari kalangan manapun
4. Kkn
5. Farm
6. Belajar hidup mandiri secar finansial “ini akan sulit kalau tidak pernah melakukannya”
7. memantapkan pilihan dengan konsisten buat selesai kuliah pada waktu yang tepat..
Begitu lah segenap resolusi yang saya tarik berdasarkan pita merah, alias garis besarnya saja.
Besar harapan aku akan mampu menjalani ini semua..
Tidak hanya sekedar catatan yang memenuhkan memori di dataku aja...
Amiiiinnnnnn.......................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar