merayap menunaikan senja, dan pelangi jingga akan mencoba membasuh secercah jiwa yang masih saja membeku di sudut persimpangan waktu dulu kita bertemu. bukankah begitu?
aku menikmati waktu itu, kamu pun begitu. aku aduk perlahan pesanan yang nggak tau sejak kapan jadi minuman favoritku "cappuchino" waktu itu adukan perlahan agar tidak terlihat begitu kaku saat bercerita dan bergurau denganmu di barak ungu.
kamu pun begitu, sibuk dengan sebungkus rokok yang perlahan kau tepuk2kan di punggung tanganmu yang lebih lembut dan halus dari kulitku.
itu telah berlalu, perlahan memudarkan hiruk pikuk kampus kita disenja itu. aku dan kamu baru saja menyelesaikan cerita yang berpura pura.
aku tau ituuu...
aku menikmati waktu itu, kamu pun begitu. aku aduk perlahan pesanan yang nggak tau sejak kapan jadi minuman favoritku "cappuchino" waktu itu adukan perlahan agar tidak terlihat begitu kaku saat bercerita dan bergurau denganmu di barak ungu.
kamu pun begitu, sibuk dengan sebungkus rokok yang perlahan kau tepuk2kan di punggung tanganmu yang lebih lembut dan halus dari kulitku.
itu telah berlalu, perlahan memudarkan hiruk pikuk kampus kita disenja itu. aku dan kamu baru saja menyelesaikan cerita yang berpura pura.
aku tau ituuu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar