akhir akhir ini sering terucap dan terlintas niat untuk mencoba melanjutkan kuliah di negri lady's diana dulu jadi queen sejagat inggris.
ingin melanjutkan studi di australia yang bener2 dunia peternakan banget digiatkan, bahkan juga ingin kuliahan di germany, france, nihon, canada delelenya...
rasanya ngotot nggak tertahankan ingin menginjakkan kaki di tanah yang memiliki empat musim ini, ingin duduk di bawah kerindangan daun di musim semi, ingin menikamti semilir angin di musim autumn, bahkan di musim salju pun ingin menggoreskan jemariku di kaca jendela kampus ataupun tempat ku bernaung untuk menuntut ilmu beberapa tahun kelak..
hummm
i wanna summer, autumn, winter and semi persis diatas kepalaku persis di kaki kecilku.
sangat ingin sekali menikmati semua itu.
mungkin perjalanan akan ku mulai dari australi terlebih dahulu, mengikuti jejak cerita pembimbing akademik ku.
beliau jiwa muda yang energik. saluuuttt...
ceritanya insppiratif, kenapa?
ceritanya di depan kelas menusukkan bius ke matakua, dan diteruskan ke otakku. kuliah di luar negri mudah caranya, hanya saja harus memenuhi syarat mutlak untuk bermigrasi ke negri orang.
1. mampu berbahasa asing, minimal bahasa inggirs dan bahasa di tempat tujuan. "hal yang sulit untuk ku lakukan."
2. punya ilmu yang cukup untuk berjuang meraih gelar diluar negri sana.
3. cari peluang beasiswa agar hidup disana nyaman dan terjamin sampai gelar didapat.
hummm inspiratif...
yang jadi pertanyaannya kembali ke diri saya..
nilai apa yang di jual dari secuil nama "rika armelia"??
seharusnya saya sudah sibuk dengan perdebatan kecut ini dari awal pilihan di dunia peternakan ini..
orang minang bilang "alam takambang jadi guru"
mungkin karena masih terpaut keras dengan kiasan yang menua namun masih exis dipakai ini yang menerjunkan pikiran ingin segera kesana..
yang paling mendominasi pikiran saya nggak jauh2 dari masalah seputar bahasa, mungkin saking sayang dan cinta nya sama bahasa ibu jadinya susah buat blajar bahasa asing.
benarkah begitu??
menunggu kepastian untuk bisa berbahasa asing menjadi tameng yang harus diruntuhkan..
i can do it
jika kamu bisa, apa salahnya aku juga coba...
jadinya
akhir2 ini lagi senang senangnya baca blog ataupun ngunjungi web berbahasa asing semua.
kamus jadi tempat pengaduan jika udah bolak balik mengakali terjemahan namun nggak bisa pasti.
yah kamus lah pusara bahasa asing ini..
kalau saja dulunya di negri kita ini dijajah sama orang inggris tentunya nenek akan mengajari papa dan mama berbahasa inggris dan aku akan di turunkan lagi sebagai F2 "di genetika"
yah mungkin saja takdir memang nggak baik untuk indonesia, penjajahnya nggak ada yang pakai bahasa internasional.
"yang namanya jajahan mana ada baiknya yah"
kembali kecerita bahasa dan segala atribut perkaranya...
saya lagi keras berjuang buat ngertiiin ini bahasa, mulai dari koleksi teman blog yang tulisannya bahasa asing, ngomong sama temanb sekamar pakai bahasa asing, cari komik bahasa asing, nonton nggak pakai translet lagi...
"manjaddah wa jaddah"
meyakinkan diri dengan ajian kata2 ini...
hummm i hope i can do it..
bisa nggak bisa yang penting slalu mencoba untuk usaha, setidaknya masih ada waktu untuk 2 semester menjelang kesarjanaanku..
# yakinkan diri untuk mencoba indahnya dunia empat musim....
i'm cooming...
ingin melanjutkan studi di australia yang bener2 dunia peternakan banget digiatkan, bahkan juga ingin kuliahan di germany, france, nihon, canada delelenya...
rasanya ngotot nggak tertahankan ingin menginjakkan kaki di tanah yang memiliki empat musim ini, ingin duduk di bawah kerindangan daun di musim semi, ingin menikamti semilir angin di musim autumn, bahkan di musim salju pun ingin menggoreskan jemariku di kaca jendela kampus ataupun tempat ku bernaung untuk menuntut ilmu beberapa tahun kelak..
hummm
i wanna summer, autumn, winter and semi persis diatas kepalaku persis di kaki kecilku.
sangat ingin sekali menikmati semua itu.
mungkin perjalanan akan ku mulai dari australi terlebih dahulu, mengikuti jejak cerita pembimbing akademik ku.
beliau jiwa muda yang energik. saluuuttt...
ceritanya insppiratif, kenapa?
ceritanya di depan kelas menusukkan bius ke matakua, dan diteruskan ke otakku. kuliah di luar negri mudah caranya, hanya saja harus memenuhi syarat mutlak untuk bermigrasi ke negri orang.
1. mampu berbahasa asing, minimal bahasa inggirs dan bahasa di tempat tujuan. "hal yang sulit untuk ku lakukan."
2. punya ilmu yang cukup untuk berjuang meraih gelar diluar negri sana.
3. cari peluang beasiswa agar hidup disana nyaman dan terjamin sampai gelar didapat.
hummm inspiratif...
yang jadi pertanyaannya kembali ke diri saya..
nilai apa yang di jual dari secuil nama "rika armelia"??
seharusnya saya sudah sibuk dengan perdebatan kecut ini dari awal pilihan di dunia peternakan ini..
orang minang bilang "alam takambang jadi guru"
mungkin karena masih terpaut keras dengan kiasan yang menua namun masih exis dipakai ini yang menerjunkan pikiran ingin segera kesana..
yang paling mendominasi pikiran saya nggak jauh2 dari masalah seputar bahasa, mungkin saking sayang dan cinta nya sama bahasa ibu jadinya susah buat blajar bahasa asing.
benarkah begitu??
menunggu kepastian untuk bisa berbahasa asing menjadi tameng yang harus diruntuhkan..
i can do it
jika kamu bisa, apa salahnya aku juga coba...
jadinya
akhir2 ini lagi senang senangnya baca blog ataupun ngunjungi web berbahasa asing semua.
kamus jadi tempat pengaduan jika udah bolak balik mengakali terjemahan namun nggak bisa pasti.
yah kamus lah pusara bahasa asing ini..
kalau saja dulunya di negri kita ini dijajah sama orang inggris tentunya nenek akan mengajari papa dan mama berbahasa inggris dan aku akan di turunkan lagi sebagai F2 "di genetika"
yah mungkin saja takdir memang nggak baik untuk indonesia, penjajahnya nggak ada yang pakai bahasa internasional.
"yang namanya jajahan mana ada baiknya yah"
kembali kecerita bahasa dan segala atribut perkaranya...
saya lagi keras berjuang buat ngertiiin ini bahasa, mulai dari koleksi teman blog yang tulisannya bahasa asing, ngomong sama temanb sekamar pakai bahasa asing, cari komik bahasa asing, nonton nggak pakai translet lagi...
"manjaddah wa jaddah"
meyakinkan diri dengan ajian kata2 ini...
hummm i hope i can do it..
bisa nggak bisa yang penting slalu mencoba untuk usaha, setidaknya masih ada waktu untuk 2 semester menjelang kesarjanaanku..
# yakinkan diri untuk mencoba indahnya dunia empat musim....
i'm cooming...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar