Selasa, 06 Maret 2012

selektif bukan berarti pilah pilih

prinsipnya begini..
untuk menjadi berkah dan penuh kebaikan.. apa salahnya mencoba berusaha untuk memiliki "sesuatu" secara selektif. ini kan mumpung umur masih jauh dari titik keharusan..

boleh saja dari kalangan mana saja, satu hal yang harus dipastikan adalah awal perkenalan mulailah dengan kejujuran, karena apa?
jika dari awal udah nggak jujur, nah untuk menutupi kebohongan sebelumnya harus bohong lagi bukankah begitu?

apa salahnya saya juga bertanya, latar belakang saudara dari mana dan dimana?
ini bukan berarti menghakimi takdir juga..

agar tidak ada kekecewaan dikemudian hari jika udah terlanjur terjadi.
rasa antara kita mungkin saja masih sekedar basa basi, bukankah bermain apai akan terbakar jika tidak hati hati..

beranjak dari sana saya ulang kembali. apa ini, siapa, dimana dan kapan.
smoga bisa memaklumi.

selektif bukan berarti pilih pilih,
yapi selektif itu memilih dengan baik.

ini masalah masa depan bung....


saya juga bisa cukup mengerti dan malah sangat mengerti bagaimana resiko hidup bersama seorang marinir, resiko sebagai kekasih seorang perwira, resiko bermain hati dengan prajurit yang begitu sibuk dengan tugas kenegaraan.

karna itulah, selektif menjadi pertimbangan terbesar..
menjadi pertimbangan agung

maaf kan jika aku tak bisa menerima apa yang kamu harapkan.
smoga tulisan ini sempat kamu baca....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar