jangan biarkan lilin mulai padam satu persatu hingga tersisa satu lilin yang menyala
selagi bisa mempertahankan semuanya, mengapa harus membiarkan padam
begitupun dengan hati
jika hati bisa menerima
mengapa harus menggantikan posisi
bukankah hati itu tidak pernah penuh?
terisi
itu kisah kasat mata
berbeda dengan hati
hati tidak pernah penuh
hati bicara soal emosi
bukan soal kuantitas
ini kualitas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar