berhasil itu memang benar relatif adanya, bisa saja seseorang melihat si fulan yang memiliki semua kemewahan dunia sudah di klaim berhasil, bahkan si fadil yang tidak begitu elegan dengan kehidupan dunianya namun memeiliki pioritas terbaik untuk menunggu hari perhitungan di akhiratnya dianggap tidak berhasil.
banyak definisi dan persepsi yang berbeda dengan kenyataan yang dialami pelakunya sendiri.
yah betigut kah manusia yang menilai , hanya menilai dengan yang nampaknya saja dan kebanyakan menandai keberhasilan ketika mendaoatkan jabatan begini dan begitu, memiliki ini dan itu.
guys itu bukan skala keberhasilan yang sesungguhnya, bagaimana bisa kita klaim si fulan dan fadil berhasil?
bisa jadi mereka masih merasa banyak kepincangan yang membuat mereka belum menemui kepuasan masing - masing nya.
yah..
berhasil itu ketika timbangan di akhirat kelak telah berat ke kanan dan secepat kital melewati jembatan sidratul muntaha.
berhasil sekarang di dunia yang kita lihat itu jauhh dari keberhasilan akhirat. berhasil versi dunia itu relatif sangat.
zaman kita beranjak dewasa hari ini
banyak kepincangan antara komposisi kehidupan sekarang dan yang di akhirat kelak. coba kita cek masing2 perbuatan harian kita.
kira - kira banyakan yang mana. #yang tau jawabnnya yah kita masing - masing.
jadilah pribadi yang baik, pribadi yang siap untuk hari penghakiman, pribadi yang segera bertaubat, pribadi yang seolah olah akan mati beberapa detik kemudian.
kejarlah dunia untuk kebaikan akhirat, amalkan ilmu dan sedekahkan rejeki yang dititipkan, jadilah pribadi yang menyenangkan buat siapapun, jadilah pribadi yang siap mati kapanpun ajal menjemput.
jadilah wanita yang selalu menjaga ujar dan etika, melakukan hal -hal yang dianjurkan agama dan menjauhi larangan agama. dan jadilah sebagai ibu yang menuntun anak - anak ke jalan yang baik, jadilah sebagai sahabat terbaik untuk muhrimnya yang menentramkan jiwa.
jadilah lelaki yang siap jadi imam yang akan membawa ke jalan SurgaNya, yang memberikan kebaikan dan menjadi contoh sepanjang perjalanan kehidupan. jadilah laki laki yang menentramkan disaat kehampaan untuk muhrimmu.
jadilah sebagai anak yang menyenangkan yang memberikan kebahagiaan untuk orangtua.
#inspirasi dari komen kak vivi
banyak definisi dan persepsi yang berbeda dengan kenyataan yang dialami pelakunya sendiri.
yah betigut kah manusia yang menilai , hanya menilai dengan yang nampaknya saja dan kebanyakan menandai keberhasilan ketika mendaoatkan jabatan begini dan begitu, memiliki ini dan itu.
guys itu bukan skala keberhasilan yang sesungguhnya, bagaimana bisa kita klaim si fulan dan fadil berhasil?
bisa jadi mereka masih merasa banyak kepincangan yang membuat mereka belum menemui kepuasan masing - masing nya.
yah..
berhasil itu ketika timbangan di akhirat kelak telah berat ke kanan dan secepat kital melewati jembatan sidratul muntaha.
berhasil sekarang di dunia yang kita lihat itu jauhh dari keberhasilan akhirat. berhasil versi dunia itu relatif sangat.
zaman kita beranjak dewasa hari ini
banyak kepincangan antara komposisi kehidupan sekarang dan yang di akhirat kelak. coba kita cek masing2 perbuatan harian kita.
kira - kira banyakan yang mana. #yang tau jawabnnya yah kita masing - masing.
jadilah pribadi yang baik, pribadi yang siap untuk hari penghakiman, pribadi yang segera bertaubat, pribadi yang seolah olah akan mati beberapa detik kemudian.
kejarlah dunia untuk kebaikan akhirat, amalkan ilmu dan sedekahkan rejeki yang dititipkan, jadilah pribadi yang menyenangkan buat siapapun, jadilah pribadi yang siap mati kapanpun ajal menjemput.
jadilah wanita yang selalu menjaga ujar dan etika, melakukan hal -hal yang dianjurkan agama dan menjauhi larangan agama. dan jadilah sebagai ibu yang menuntun anak - anak ke jalan yang baik, jadilah sebagai sahabat terbaik untuk muhrimnya yang menentramkan jiwa.
jadilah lelaki yang siap jadi imam yang akan membawa ke jalan SurgaNya, yang memberikan kebaikan dan menjadi contoh sepanjang perjalanan kehidupan. jadilah laki laki yang menentramkan disaat kehampaan untuk muhrimmu.
jadilah sebagai anak yang menyenangkan yang memberikan kebahagiaan untuk orangtua.
#inspirasi dari komen kak vivi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar