iman dan amal
sepertinya Allah mengingatkan kembali dan berulang kali tentang itu, betapa tidak. ujian di awal tahun ini memang terasa begitu berat untuk aku lalui.
peristiwa itu bermula di pagi rabu sepulang mengantar adek ke sekolahan, kebenaran lagi di rumah karna libur ujian setelah semesteran. jadi tugas humas rumahan yah beralih kepadaku. mulai dari urusan sekolahan adek pagi dan ngantar mama yang juga harus berangkat dari rumah setiap harinya.
ibaratnya aku lah tenaga operasional rumah jika lagi pulang kampung. karena notabenenya aku menuntut ilmu di luar kota kelahiranku dan keluarga menetap.
agenda ini sudah aku lakoni beberapa tahun terakhir.. cie elah...
pagi itu aku mengalami kecelakaan, masih syukur aku nggak ada patah tulang atau bayangan yang lebih mengerikan pada hari itu, dan lebih syukur lagi aku tidak membonceng siapapun, jadinya aku jatuh sebagai pengendara yang tidak punya tanggungan yang bonceng di belakang. alhmdulillah... masih syukur...
andai saja adek boncengan.. ya Tuhan, bagaimana bisa saya memaafkan diri sendiri.
pasca kecelakaan aku langsung dibawa kerumah sakit sama bapak guru yang juga temanna mama. thanks so much ya pak...
dear..
alhamdulillah dokter prakteknya ada, dan alhamdulillh aku segera mendapatkan pertolongan, pertolongan dengan sentuhan tangan seorang ibu yang penuh kelembutan untuk menangani ku pagi itu.
sejenak ibu dokter baik itu mengamati sebatang kaki kiriku.
ya Tuhan, aku mulai berpikir keras, ada apa dengan kakiku?
selang beberapa waktu kemudian, ibu dokter baik itu, menyampaikan ke mama luka yang ku alami harus segera di tangani.
yah.. well well
aku pikir itu luka palingan hanya di jahit, karena terlalu menganga.
ouppss ternyata oh ternyata dugaan itu terlalu manis, bahkan yang akan dilakukan dokter lebih dari itu, sobekan yang sangat tidak beraturan di atas sela jari itu harus di tempel.
ya Tuhan, itu artinya apa?
aku harus kehilangan seper sekian dari dagingku..
yah sudahlah, aku pasrah dengan tindakannya, toh aku juga nggak bisa gerak terlalu banyak, bahkan untuk komentar aja aku belum sanggup.
akhirnya aku pulang dengan jahitan dan tempelan, luka lebab, memar dan terkilir.
2 minggu kemudian..
yah ini luka kok lama bener yah sembuhnya..
usut punya usut, ketahuan deh, gula darahku tinggi..
awalnya sih pura pura nggak ngerti aja, tapi emang pikiran nggak mau di boongin.
menghibur diri sendiri?
nggak bisa lagi, berentetan kumat sudah semua penyakit yang diam diam bersemayam di dalam tubuhku ini.
jantung mulai nggak kuat trima kenyataan, makan sudah mulai di takar, slalu pusing2, bawaannya mau mual mulu dan parahnya lagi, kenapa harus ku pikirkan?
lagi lagi aku harus bolak balik rumah sakit obatin ini obatin itu, mana tekanan darah mulai rendah, oh my God.
berharap segera sembuh, karna udah 2 minggu cuti dari perkuliahan.."heheh ada yah cuti buat mahasiswanya.. Xd"
agenda yang harus nya jalan dengan baik dan sukses jadinya hilang sudah. berusaha untuk ambil hikmahnya aja.
berharap kesembuhan dari semua rasa sskit yang akhir2 ini bikin aktivitas terganggu.
#yah, ini ujian dari Tuhan
seperti kutipan dari buku bacaan saya
"ujian adalah ungkapan rasa sayang Tuhan kepada manusia. analoginya begini, jika manusia di uji oleh Tuhan berarti dia sedang di tingkatkan kualitasnya."
#semoga aku bisa melalui ujian dari Engkau yang maha tau rahasia langit dan bumi, yang penuh kasih, maha pemberi Rahmat dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar